Tatacara Siraman Calon Mempelai Pria

Di Karaton Surakarta, calon mempelai pria juga melakukan upacara siraman. Siraman biasanya dilakukan di Dalem Sasanamulya, tempat calon mepelai pria disengeker. Walaupun tidak berada di lingkungan Karaton, panjenengan juga dapat melaksanakan upacara siraman bagi calon mepelai pria.

Siraman dilaksanakan di rumah calon mempelai pria. Bisa juga dilaksanakan di tempat calon mempelai wanita. Istilahnya disebut pinjam tempat. Jadi calon mempelai pria melaksanakan siraman setelah siraman calon mempelai wanita. Air untuk siraman dipenuhi lagi dan tempat dibersihkan. Baru dipakai siraman calon mempelai pria. Tapi pelaksananya dari keluarga calon mempelai pria.

Air yang dipakai untuk memandikan calon mempelai pria pada dasarnya sama jenisnya dengan yang dipakai calon mempelai wanita. Hanya saja ditambahkan air yang dipakai siraman calon mepelai wanita. Upacara menambahkan atau mencampurkan air siraman calon mempelai wanita dengan air siraman calon mempelai pria ini disebut manuhaken (mempertemukan).

Tatacara siraman calon mempelai pria sama dengan tatacara siraman calon mempelai wanita. Pakaian siraman calon mempelai pria pada dasarnya juga sama. Mengenakan angkin motif Bangun Tulak dan nyamping monten (kain pethak). Namun pakaian setelah siraman yang dikenakan calon mempelai pria adalah berkap motif bunga, nyamping (kain motif bunga) dan udheng modhang motif bunga.

Rangkaian tatacara siraman calon mempelai pri juga dilanjutkan dengan sadeyan dhawet dan dodol tumpang. Namun panjenengan tidak perlu melaksanakan upacara mecah kendhi. Mecah kendhi hanya dilakukan pada siraman calon mempelai wanita. Perlu panjenengan ketahui, siraman bagi calon mempelai pria tidak harus dilaksanakan. Secara baku, siraman yang terpenting untuk calon mempelai wanita.

Tentang Admin

KPA Winarnokusumo Dikirim pada

Wakil Pangageng Sasana Wilapa
Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *