Tatacara Nontoni

Apa yang menarik perhatian panjenengan saat pertama kali bertemu seseorang? Ada yang tertarik dengan kecantikan atau ketampanan wajah. Ada pula yang tertarik pada cara berpenampilan. Setidaknya, tampilan fisik seseorang dapat mencerminkan sebagian kecil kepribadiannya.

Tampilan fisik seseorang biasanya menjadi hal yang pertama kali menarik perhatian ketika bertemu. Bisa muncul penilaian sekilas tentang bagaimana orang yang panjenengan temui. Panjenengan mungkin juga mengalaminya, tertarik dengan seseorang karena apa yang panjenengan lihat. Oleh karena itu, proses pertama dalam tatacara pernikahan adat jawa adalah nontoni.

Nontoni dalam bahasa Indonesia berarti saling melihat. Di masa lalu, laki-laki dan perempuan yang akan dijodohkan belum saling mengenal, maka dilaksanakan acara nontoni. Tujuan acara ini adalah agar anak laki-laki atau perempuan dapat mengenal orang yang akan dijodohkan dengannya.

Nontoni dilaksanakan pihak keluarga laki-laki dengan berkunjung ke rumah orang tua perempuan yang akan dijodohkan. Pihak keluarga anak laki-laki bisa diwakilkan oleh utusan. Orang tua atau utusan, bersama-sama anak laki-laki kemudian menuju kediaman keluarga anak perempuan. Sesampai di rumah yang dituju, di tengah silaturahmi anak perempuan tuan rumah diminta keluar sembari menyajikan minuman dan makanan kepada tamunya. Nah, dengan demikian bisa diperkenalkan sekaligus saling melihat dan mengenal.

Pada acara nontoni ini, panjenengan bisa mengetahui bibit, bebet, dan bobot anak yang akan dijodohkan. Bibit berarti asal keturunan, yakni bagaimana silsilah keluarga dari anak. Baik tidaknya seorang anak menurun dari keluarganya. Bebet diartikan sebagai kondisi ekonomi dari si anak. Hal ini biasanya berkaitan dengan strata sosial keluarganya di masyarakat. Kemudian bobot lebih mengacu pada kualitas pribadi anak, seperti tentang akhlak dan pendidikannya.

Setelah ada ketertarikan dan kemantapan, maka anak-anak yang dijodohkan siap menuju proses selanjutnya yaitu panembung atau lamaran. Panjenengan dapat melaksanakan panembung sesaat setelah nontoni, dapat pula di hari lain yang telah disepakati.

 

Selanjutnya Tatacara Panembung

Tentang Admin

KPA Winarnokusumo Dikirim pada

Wakil Pangageng Sasana Wilapa
Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *