Tatacara Peningset

Lamaran panjenengan diterima? Nah, berikutnya apa yang semestinya panjenengan laksanakan? Seyogiyanya, lamaran atau panembung tersebut dikukuhkan. Sebagai penanda keseriusan pihak keluarga anak laki-laki untuk berbesanan. Untuk menjadikan anak perempuan yang ditembung sebagai menantu.

Saat dilaksanakan panembung, panjenengan biasanya melihat pihak keluarga laki-laki membawa aneka bingkisan sebagai seserahan. Aneka bingkisan tersebut disebut paningset, berasal dari kata singset yang berarti kencang. Dengan adanya paningset, berarti anak perempuan sudah diikat. Menjadi calon istri yang segera dinikahi.

Paningset disebut juga haningseti rembag, yaitu bermakna mengencangkan kesepakatan yang telah bulat antara para orang tua yang akan menikahkan dan berbesanan dengan menikahkan putra putrinya. Jadi sebenarnya upacara ini bermakna menguatkan niat dan pernyataan yang telah diungkapkan pada saat melamar. Pa

Haningseti rembag berarti upacara mengencangkan kesepakatan. Adapula yang menyebut srah-srahan pengingset atau pasrahan paningset atau upacara asok tukon. Wujud upacara paningset dibagi menjadi tiga bagian yaitu:

a. Bakune Paningset
b. Abon-abon
c. Pangiring

Masing-masing bagian terdapat ubarampe (perangkat) yang memiliki makna simbolis sebagai pengencang kesepakatan. Makna dari masing-masing ubarampe untuk keperluan upacara paningset adalah sebagai berikut,

Selanjutnya Bakune Paningset

Tentang Admin

KPA Winarnokusumo Dikirim pada

Wakil Pangageng Sasana Wilapa
Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *