Sowan Leluhur

Biasanya, saat-saat menjelang puasa pemakaman menjadi salah satu tempat yang ramai didatangi. Orang-orang datang, mengunjungi makam sanak saudara atau leluhur. Membawa bunga yang ditaburkan di atas pusara. Sembari mengirim doa dan membersihkan rumput-rumput liar yang tumbuh di sekitarnya.

Bagi orang Jawa, mengunjungi makam tidak hanya pada saat-saat menjelang puasa. Tidak sekadar ritual menabur bunga dan mengirim doa. Sudah menjadi tradisi orang Jawa, berkunjung ke makam leluhur saat hendak mengadakan hajat. Tradisi dan adat turun-temurun yang ada sejak zaman kuno makuno yang disebut sowan leluhur. Hingga kini, adat istiadat ini masih dijalankan oleh masyarakat Jawa pada umumnya.

Sowan leluhur berarti, panjenengan pergi mengunjungi atau ziarah ke makam para leluhur atau para pendahulu yang menurunkan calon mempelai wanita. Makna dari tradisi ini, pertama mendoakan arwah para leluhur dan kedua adalah mengingatkan kembali kepada para pendahulu. Dalam hal ini berarti, panjenengan mengingat jasa-jasa yang telah disumbangkan demi kebaikan keluarga dan sesama sehingga menginspirasi generasi penerus untuk meneladani tindakan para leluhur.

Masih dalam satu rangkaian dengan tradisi sowan leluhur ini adalah sowan para sesepuh serta para priyagung yang dianggap dapat memberikan doa dan pangestu kepada calon mempelai. Inti dari tradisi ini adalah untuk mendapatkan petuah, nasihat, maupun saran demi kebaikan rumah tangga calon mempelai ke depannya.

 

Selanjutnya Tatacara Wilujengan

Tentang Admin

KPA Winarnokusumo Dikirim pada

Wakil Pangageng Sasana Wilapa
Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *