Seperti halnya berdoa untuk mengawalai sebuah acara. Wilujengan atau selamatan adalah tradisi utama yang dilaksanakan sebelum memulai suatu hajat. Tradisi ini masih erat dipegang oleh mayarakat Jawa. Tidak jarang acara wilujengan kini dikemas dalam bentuk pengajian.
Pemangku hajat biasanya mengundang keluarga dan tetangga berkumpul di rumahnya. Ubarampe yang disediakan untuk keperluan wilujengan antara lain nasi golong, nasi asahan, nasi wuduk, dan jajan pasar. Warga yang sudah berkumpul kemudian berdoa dipimpin oleh tokoh agama atau sesepuh. Setelah itu, ubarampe yang disediakan dibagikan kepada para tamu.
Makna dari tradisi ini, pertama sebagai ajakan kepada keluarga dan tetangga untuk bersilaturahmi dan berdoa sersama sekaligus mengutaraan maksud dari selamatan tersebut. Kedua untuk mengajak berdoa bersama memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar acara pernikahan dari awal hingga akhir nantinya dianugerahi keselamatan lahir batin oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.