Upacara Turunnya Kembar Mayang

Kembar Mayang merupakan perabot yang penting dalam rangkaian upacara perkawinan adat Jawa. Kembar Mayang paling tidak memiliki tiga makna simbolis. Pertama, sebagai ubarampe yang meneguhkan tujuan hidup manusia, terutama yang akan berumah tangga. Kedua sebagai simbol otoritas Tuhan yang dipinjamkan

Read More »

Upacara Jonggolan

Jonggolan itu istilahnya tunjuk muka. Berasal dari kata jonggol yang berarti memperlihatkan diri. Upacara jonggolan ini ditandai dengan kedatangan calon mempelai pria ke rumah calon mertua di Malem Midodareni untuk memberitahukan bahwa, 1. Calon mempelai pria masih dalam kondisi baik

Read More »

Tatacara Midodareni

Midodareni atau malam midodareni adalah sebutan rangkaian upacara yang diadakan di rumah calon mempelai wanita pada malam hari menjelang upacara nikah dan pangih di esok harinya. Inti dari acara ini adalah malam dimana orang tua memberikan wejangan kepada calon mempelai

Read More »

Tatacara Sengkeran

Di lingkungan Karaton, calon mempelai pasti disengker setelah siraman. Disengker disebut juga dipingit. Jadi calon mempelai tidak boleh keluar dari kamar. Ibaratnya calon mempelai dikarantina. Hal itu dilakukan, karena biasanya gadis yang sudah siraman akan tampak lebih bersinar. Dikhawatirkan bisa

Read More »

Kelengkapan Rias Penganten

Selain paes, kecantikan pengantin dilengkapi dengan kelengkapan rias lainnya. Kelengkapan rias yang dimaksud adalah, 1. Ukel Bokor Mengkurep Rinajut Melathi Acakrik Kawung Sanggul seperti bokor terbalik yang ditutup anyaman bunga melati dengan motif kawung. Pertama, ukel bokor mengkurep adalah lambang

Read More »

Paes Penganten

Sudah menjadi kodrat wanita ingin tampil cantik. Apalagi di hari istimewa, seperti pernikahan. Selain kecantikan batin, kecantikan fisik tidak kalah penting. Maka calon mempelai wanita memerlukan riasan untuk mempercantik wajahnya. Cengkorongan paes yang dibuat setelah siraman disempurnakan. Paes penganten atau

Read More »

Para Peraga Siraman

Para paraga adalah orang-orang yang akan memandikan calon mempelai. Biasanya adalah para sesepuh yang dianggap sebagai teladan kehidupan bagi mempelai kelak. Mereka juga dianggap dapat memberikan doa restu kepada mempelai, termasuk orang tua calon mempelai. Jumlah para sesepuh biasanya ganjil,

Read More »

Sadeyan Dhawet

Dhawet, minuman ini mungkin asing di lidah panjenengan. Dulu perkembangan dhawet di Solo kebanyakan dijual oleh orang dari Donohudan dengan pikulan yang khas. Selain itu, khas dhawet Solo adalah menggunakan gula Jawa sebagai pemanis. Gula Jawa ini dicairkan dan dicampur

Read More »